KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN BERBASIS NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN
Oleh
: Dwi Susanti, S.Pd., M.A
Calon Guru Penggerak Angkatan 9 Kab Kudus
“Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”
(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).
Bob Talbert
·
Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses
pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini?
Setiap anak akan mendapatkan banyak
hal dari orang tua lebih dari sekedar genetik. Mereka akan mendapatkan nilai
dan prioritas dari orang dewasa (orang tua). Pengajaran hal-hal yang bersifat
akademik, pekerjaan rumah, tanggung jawab merupakan sebuah prioritas, tetapi
hal-hal lain yang yang bersifat eksternal dan tidak berwujud juga harus menjadi
prioritas seperti seperti hobi, olahraga, gairah. Hal yang bersifat eksternal dan tidak
berwujud ini yang terkadang menggairahkan mereka. Yang berharga bagi mereka
adalah kebahagiaan. Setiap pengajaran harus bermuara pada satu hal yaitu
kebahagiaan. Hal ini sesuai dengan proses pembelajaran yang saya alami saat ini
terkait dengan tujuan prendidikan yang selaras dengan filosofi Ki Hadjar
Dewantara bahwa tujuan pendidikan untuk mencapai kebahagiaan setinggi-tingginya
sebagai manusia maupun anggota masyarakat.
· Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dalam suatu pengambilan keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita?
Setiap pengambilan keputusan harus berlandaskan pada 3 hal yaitu berpihak pada murid, berdasarkan nilai-nilai kebajikan dan tanggung jawab. Hal ini akan memberikan dampak bagi lingkungan, apabila keputusan yang kita ambil mendasarkan pada 3 hal tersebut maka akan tercipta kenyamanan dalam lingkungan sekolah. Kenyamanan lingkungan sekolah meruapakan hal yang sangat penting bagi murid. Dengan lingkungan yang nyaman akan membuat mereka belajar dengan bahagia.
· Bagaimana Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi pada proses pembelajaran murid, dalam pengambilan keputusan Anda?
Sebagai seorang pemimpin
pembelajaran, akan mempunyai kontribusi yang signifikan bagi proses
pembelajaran murid. Kontribusi tersebut dapat berupa pembelajaran pengambilan
keputusan tidak boleh gegabah dan sepihak. Dalam pengambilan keputusan,
aspirasi murid didengar supaya keputusan tersebut tetap berpihak pada murid.
Selain itu, dalam proses pengambilan keputusan harus mengumpulkan data dan
fakta yang akurat, serta berdasarkan prinsip-prinsip yang sesuai. Hal ini akan
memberikan teladan baik bagi murid bagaimana pengambilan keputusan yang baik.
Education is the art of making man
ethical.
Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia
menjadi berperilaku etis.
~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~
· Menurut Anda, apakah maksud dari kutipan ini jika dihubungkan
dengan proses pembelajaran yang telah Anda alami di modul ini? Jelaskan
pendapat Anda.
Pendidikan etika merupakan hal
yang penting karena dampaknya yang signifikan bagi individu dan masyarakat.
Sistem pendidikan yang mengedepankan etika akan menumbuhkan individu yang
memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain. Individu yang
beretika kemungkinan besar akan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat
seperti menghormati orang lain, jujur, berintegritas dan bertanggung jawab.
Dalam proses pembelajaran di modul ini berhubungan dengan etika pengambilan
keputusan, dimana etika ini akan terbentuk seiring dengan pendidikan yang telah
di tempuh.
· Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara
dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan
keputusan sebagai seorang pemimpin?
Pratap Triloka Ki Hadjar Dewantara berbunyi “ing ngarso sung tuladha,
ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” yang artinya di depan memberi
contoh, ditengah memberi motivasi dan di belakang memberikan dorongan. Dalam penerapannya
hal ini memiliki kaitan yang erat dengan pengambilan keputusan sebagai seorang
pemimpin. Pratap triloka tersebut dapat dijadikan sebagai dasar yang kuat
sebagai pengambil keputusan. Seorang pemimpin dalam mengambil keputusan harus
mampu memberikan contoh, memberikan motivasi serta memberikan dorongan sesuai
dengan porsinya dalam pengambilan keputusan.
· Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri
kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan
suatu keputusan?
Nilai-nilai yang terinternalisasi dalam diri kita, salah satunya adalah nilai sebagai guru penggerak yaitu mandiri, kolaboratif, reflektif, berpihak pada murid dan inovatif tentu saja akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan yang didasarkan pada nilai-nilai guru penggerak tersebut kemungkinan besar akan menghasilkan dampak positif bagi semua unsur yang ada di sekolah. Sebagai contoh nilai kolaboratif merupakan penggambaran bagaimana dalam mengambil keputusan harus berkolaborasi dengan semua pihak yang terkait supaya menghasilkan keputusan yang tepat.
· Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan
dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau
fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian
pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan
tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas
pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh
sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.
Materi pengambilan keputusan sangat berkaitan
erat dengan coaching, dalam coaching ada alur tirta yang meliputi tujuan,
identifikasi masalah, rencana aksi dan tanggung jawab. Dalam pengambilan
keputusan pasti dihadapkan dalam masalah-masalah tertentu yang dapat ditelusuri
melalui langkah-langkah coaching. Kegiatan Coaching akan mengarahkan pada
pengambilan keputusan yang tepat sasaran karena telah melalui langkah-langkah
yang runtut dalam menghadapi suatu masalah.
· Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan
menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu
keputusan khususnya masalah dilema etika?
Kemampuan sosial emosional yang meliputi
kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi dan
pengambilan keputusan yang bertanggung jawab merupakan hal yang sangat
berpengaruh bagi pengambilan keputusan. Apabila guru mampu mengelola dan
menyadari aspek sosial emosional niscaya guru akan mengambil keputusan yang
tepat dan bertanggung jawab.
· Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada
masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang
pendidik?
Studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika harus dikembalikan
kepada nilai-nilai seorang pendidik. Masalah yang terkait dengan etika harus
dikembalikan pada nilai-nilai seorang pendidik, ketika ada pelanggaran etika berarti
ada nilai-nilai yang tidak sesuai. Apabila nilai-nilai yang dianut seorang
pendidik merupakan nilai-nilai yang positif maka akan menghasilkan keputusan
yang baik dan bertanggung jawab. Studi kasus yang fokus pada masalah moral akan
mengasah kepekaan seorang penddik.
· Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat,
tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan
nyaman.
Pengambilan keputusan yang tepat tentu saja akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. Pengambilan keputusan yang tepat akan dapat berdampak baik bagi semua pihak, sehingga secara tidak langsung akan membuat nyaman lingkungan. Keputusan yang tepat akan memberikan efek yang baik bagi lingkungan
· Apakah tantangan-tantangan di
lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap
kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma
di lingkungan Anda?
Tantangan dalam menjalankan keputusan dalam
kasus dilema etika adalah kekompakan dari semua pihak. Terkadang ada beberapa orang
yang belum bisa menerima dan menjalankan keputusan meskipun sudah menjadi
kesepakatan bersama. Tetapi hal tersebut tidak akan menjadi masalah yang
berarti apabila pengambilan keputusan sudah melalui 9 langkah pengujian. Hal
ini sebenarnya tidak terkait dengan perubahan paradigma, karena pada dasarnya
ketika mengambil keputusan sudah mempertimbangkan berbagai hal.
· Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita
ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana
kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang
berbeda-beda?
Pengaruh pengambilan keputusan dengan pengajaran
yang memerdekakan murid akan mencapai esensi dari merdeka mengajar yaitu untuk
mencapai kebahagiaan setinggi-tingginya. Kita memutuskan pembelajaran yang tepat
untuk potensi murid kita dengan pembelajaran yang berdiferensiasi. Apabila langkah
dalam pembelajaran diferensiasi dilaksanakan dengan baik maka potensi
murid-murid yang berbeda akan terwadahi dengan baik.
· Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam
mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan
murid-muridnya?
Pengambilan keputusan yang diambil pemimpin
pembelajaran harus berdasarkan pada 3 prinsip, 4 paradigma dan 9 langkah
pengujian. Apabila keputusan yang diambil sudah mempertimbangkan hal tersebut
maka besar kemungkinan keputusan yang diambil akan berdampak baik bagi
kehidupan murid-muridnya di masa depan.
· Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda
tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul
sebelumnya?
Kesimpulan akhir yang saya tarik dalam pembelajaran modul ini adalah untuk mengambil keputusan harus didasarkan pada filosofi tujuan pendidikan Ki Hadjar Dewantara, nilai-nilai guru penggerak juga sangat penting dalam pertimbangan penngambilan keputusan, teknik coaching kuga merupakan hal yang penting dalam mengidentifikasi suatu masalah. Pada dasarnya pengambilan keputusan harus berpihak pada murid sehinggu murid dapat selamat dan bahagia serta mengembangkan potensinya secara maksimal. Pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika akan didasari pada materi-materi pada modul sebelumnya.
· Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep
yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4
paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah
pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar
dugaan?
Saya memahami mengenai dilema etika dan
bujukan moral pada sesi eksplorasi konsep dan semakin memahami setelah berdiskusi
pada ruang kolaborasi dengan beragam kasus. Kasus-kasus tersebut kemudian
dianalisis dengan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian keputusan
sehingga saya semakin lebih memahami lagi. Hal yang diluar dugaan adalah dasar
yang digunakan dalam pengambilan keputusan akan menghasilkan perbedaan
paradigma yang digunalan, perbedaan prinsip tetapi dengan tetap menggunakan 9
langkah pengujian.
· Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda
menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema?
Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?
Pernah mengalami, ketika menghadapi kasus
terkait dengan murid yang mempunyai gambar tidak pantas di handphonenya. Dalam
mengambil keputusan saya mendasarkan pada berpihak pada murid, paradigma rasa keadilan
lawan rasa kasihan, tetapi belum menggunakan 9 langkah penngujian sepenuhnya. Bedanya
dengan yang saya pelajari pada modul adalah adanya 9 langkah pengujian yang
runtut dan komplit untuk menghasilkan keputusan yang tepat dan berdampak baik
bagi semua.
· Bagaimana dampak mempelajari konsep ini
buat Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil
keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?
Dampak yang saya rasakan sangat besar, karena
saya menjadi paham teori-teori yang digunakan dalam pengambilan keputusan.
Kalau pada awalnya, saya akan mengambil keputusan hanya berdasarkan hati nurani
dan intuisi tetapi setelah mempelajari modul ini saya melakukan pengambilan
keputusan berdasarkan berpihak pada murid, nilai-nilai kebajikan dan tanggung
jawab dengan 3 prinsip, 4 paradigma dan 9 langkah pengujian.
· Seberapa penting mempelajari topik modul ini
bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?
Sangat pennting mempelajari modul ini, etika
pengambilan keputusan bagi seorang pemimpin merupakan hal yang diperlukan bagi
seorang pendidik. Pendidik setiap hari akan berinteraksi dengan murid sebagai
pemimpin pembelajaran sehingga tidak dipungkiri akan menghadapi kasus-kasus
yang terkait dengan dilema etika maupun bujukan moral. Kasus-kasus yang terkait
dilema etika akan seringkali dihadapi karena adanya interaksi secara terus
menerus dengan murid yang berpotenis untuk memunculkan kasus-kasus tersebut. Topik
dalam modul ini menunjukkan bagaimana etika yang harus dipakai oleh pendidik
dalam mengambil keputusan sehingga akan mendorong pendidik mengambil keputusan
yang berdampak baik bagi semuanya.
Comments
Post a Comment